Diperelok dengan teknik cording, satu demi satu benang slub dijahit dengan tangan pada kain sutera. Bahan ini dibuat dari sutera Eri, jenis serat sutera langka yang berasal dari Indonesia.
Diperelok dengan teknik cording, satu demi satu benang slub dijahit dengan tangan pada kain sutera. Bahan ini dibuat dari sutera Eri, jenis serat sutera langka yang berasal dari Indonesia.
Diperelok dengan teknik cording, satu demi satu benang slub dijahit dengan tangan pada kain sutera. Bahan ini dibuat dari sutera Eri, jenis serat sutera langka yang berasal dari Indonesia.

Bantal Slub Kue Rangi

Dibuat oleh Penenun ATBM di Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta
Dari Rp 649.000
Cerita Produk

Ketika menikmati kue rangi, kue tradisional atau jajanan pasar dari budaya Betawi, teksturnya yang kaya menginspirasi kami untuk membuat desain tekstil ini. Diperelok dengan teknik cording, satu demi satu benang slub dijahit dengan tangan pada kain sutera. Bahan ini dibuat dari sutera Eri, jenis serat sutera langka yang berasal dari Indonesia.

Kehalusan benang slub yang terpilin dengan kekakuan sutera menciptakan kontras tekstur yang mengagumkan pada bahan kain ini. Ketebalan yang tidak merata menghasilkan tekstur yang serupa dengan suapan pertama panganan ini. Kue Rangi adalah pasangan serasi bagi Anda yang merindukan mutu buatan tangan yang penuh sentuhan, memberikan ketrampilan penuh karakter pada deretan koleksi bantalmu. Bahan dasar kain ini ditenun oleh penenun atbm di rumah Ibu Lusi, Sleman.

Rincian Produk

• 50x50cm / 20”x20” atau 60x60cm / 23”x23”
• Kain: 70% katun, 30% sutera
• Benang: 80% katun, 20% nilon
• Isian dijual terpisah
• Ritsleting metal
• Ukuran dapat dibuat sesuai permintaan, silahkan hubungi kami.
• Dikarenakan barang dibuat dengan tangan, sedikit perbedaan pada warna dan tekstur diharap dimengerti
• Dibuat dengan etis di Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta

Panduan Perawatan

• Cuci tangan menggunakan lerek atau deterjen alami lainnya
Dry clean direkomendasikan
• Jangan gunakan pemutih
• Hamparkan dibawah teduhan
• Jangan gunakan mesin pengering
• Seterika dengan suhu sedang hingga panas diantara 148˚C/300˚F hingga 204˚C/400˚F
• Usahakan untuk menyimpan kain ditempat yang kering (tidak lembab)

Pengiriman & Penukaran

Pengiriman domestik di seluruh Indonesia akan melalui kurir JNE. Layanan kurir instan atau same-day dapat diajukan sebelum atau sesudah proses pemesanan dan hanya berlaku untuk barang ready-stock.

Semua pesanan akan dikirim dari Jakarta dalam waktu 3-5 hari kerja, kecuali barang pre-order atau pesanan khusus.

Kami mengusahakan etos desain dan ketrampilan dengan sungguh-sungguh dan kami berharap Anda dapat menerima setiap barang dengan kualitas terbaik. Sebelum pengiriman, setiap barang akan diperiksa dengan sangat hati-hati, tapi seandainya terjadi kesalahan dari pihak kami, mohon beritahu kami dalam kurun waktu 48 jam setelah barang diterima dan tim kami akan segera mengirimkan penggantinya setelah proses pengecekan.

Barang dapat ditukar dalam waktu 3 hari setelah penerimaan. Pesanan khusus, kain sampel, karya seni, dan barang kategori hadiah tidak dapat ditukar. Barang harus dalam kondisi baru, belum terpakai dan label kertas masih terpasang.

Harap tinjau halaman Pengiriman & Penukaran untuk informasi selebihnya. Jika Anda membutuhkan bantuan lebih lanjut, silahkan hubungi kami.

Pasangkan dengan...

DIBUAT DI RUMAH IBU LUSI, SLEMAN

Ketika pertama menjumpai rumah Ibu Lusi di pinggir kota Yogyakarta, rumah yang sederhana itu menjadi awal dari sebuah tautan. Dalam sunyi, kami bisa mendengar irama lembut mesin-mesin tenun bergerak dalam harmoni ritmis. Keluarga Ibu Lusi adalah penenun pertama yang kami temui dalam perjalanan awal kami mencari rekan pengrajin di sekeliling Jawa.

Kebanyakan penenun yang bekerja di rumah itu telah lanjut usia, keadaan rumah pun terlihat seperti sudah akan hancur. Meskipun demikian, mereka tetap dengan sepenuh hati bekerja melestarikan tradisi tenun. Meski kapasitas produksinya tak seberapa, rumah ini menghasilkan tenun paling halus dengan kualitas terbaik yang selalu kami kagumi sejak kali pertama.

PELAJARI LEBIH LANJUT
Bayangan penenun di Sleman yang sedang memintal benang di tempatnya bekerja.